Asal muasal dari sebagian besar gangguan kesehatan adalah berpangkal pada seberapa bisa kita mengendalikan dan menjaga suasana emosi yang muncul akibat adanya peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari.
"Nggak Mau Tau", "Nggak mau Ngerti", "Nggak mau denger pendapat orang lain", "Pokoknya harus begini", "Pokoknya harus begitu", "Saya yang benar kamu pasti salah", "Aku nggak sudi minta maaf", "Nggak level sama kamu",…………….. adalah jenis sikap diri atau kekakuan-kekakuan yang jika dibiarkan berlanjut menjadi kebiasaan dan dalam jangka panjang akan menjadi karakter seseorang dalam menghadapi setiap persoalan hidupnya.
Akibat dari kekakuan sikap tersebut kemudian muncul emosi ; Marah, Kesel, Sakit Hati, Benci, dan lain sebagainya. Nah, jika sikap-sikap tadi sudah menjadi karakter maka emosinya pun akan sulit dikendalikan. Kita mungkin sering dengar kata-kata : "ihh…orang itu kalo marah-marah bisa lama lho", "Hati-hati lho, Dia kalo kesel dipendam", "Sampai mati aku nggak bakal maafin dia, Hatiku udah karatan!!!".
Emosi yang telah menjadi karakter tersebut bisa berpengaruh kepada kesehatan, misal ; Marah yang sering dan dipendam akan menjadikan potensi penyakit tekanan darah tinggi dan Stroke serta gangguan-gangguan kesehatan lainnya.
Lalu bagaimana supaya kita tidak mengalami hal tersebut, "Ya, tentunya jangan membiarkan diri kita dalam keadaan sikap-sikap seperti itu".
Caranya adalah Memahami dan Menerima.
Sejatinya semua hal-hal, peristiwa, persoalan yang kita hadapi di setiap kehidupan adalah bersifat NETRAL. Kitalah yang telah memberikan dan menempelkan "striker" EMOSI, sehingga mempengaruhi kondisi fisik/tubuh. Lihatlah orang yang setelah Marah-marah, biasanya terjadi Sakit Kepala, Jantung Berdebar-debar, dan kalau tidak kuat biasanya Pingsan/tidak sadarkan diri. Atau, seorang anak yang sering dimarahi, kemudian si-anak diam-diam memendam emosinya akibat dimarahi, biasanya prestasi atau kreativitasnya menurun/rendah.
MEMAHAMI yang dimaksud adalah menumbuhkan sikap sabar dalam menyikapi setiap permasalahan, dengan cara melihat dahulu sebelum bersikap, misal : teliti kenapa hal tersebut terjadi, apa yang menyebabkannya, bisa jadi kita yang telah melakukan kesalahan dalam prosesnya, mungkin orang yang telah melakukan kesalahan itu memang belum mengerti yang kita maksudkan, mungkin orang itu tidak sengaja melakukannya, Mungkin orang tersebut tidak bermaksud menyakiti hati kita dengan kata-katanya, kitanya saja yang terlalu sensitive. Dengan melihat dahulu sebelum bersikap, akan mencegah kita untuk mengumbar emosi dan akhirnya lambat-laun kita lebih bisa memahami yang semula "masalah" menjadi "bukan masalah".
Setelah kita mulai bisa melihat "masalah" adalah "bukan masalah" mulailah kita belajar untuk bisa MENERIMA dengan tulus dan ikhlas, bahwa kejadian itu sudah terjadi dan mungkin sudah sepatutnya terjadi karena Kehendak-Nya (sebagaimana maklum). Menjadikannya sebagai pelajaran dan pengalaman hidup kita sehingga akan membuat kehidupan kita selanjutnya menjadi lebih baik lagi.
Demikianlah Tips dari saya yang masih perlu banyak belajar.
Mungkin jika diantara Anda ada yang bertanya, "Masa ! Cuma begitu doang Pak, tips-nya". Jawab saya : "Ya…iya dong Cuma itu jawabannya, makanya Pahami dan Ngerti-in saya dong yang masih perlu banyak belajar". Apa Anda mau? (he..he..he..)
Sukses Untuk Semua. Salam SEFT.

wah nice info nic,, mantab sob...
BalasHapus