TERAPI ini Mudah dan Efektif, Baru belajar SEMBILAN TITIK TAPPING saja, Anda sudah dapat mengatasi Hambatan Emosi dan Fisik

Rabu, Juli 06, 2011

Anak Sakit, Mengapa Ibu Ikut Sakit

Tanggal 5 Juli 2011, jam 20.00 WIB, saya di kontak seseorang yang ingin Istrinya di-terapi dengan SEFT, pada saat itu Istrinya sdh 3 hari terbaring di Rumah Sakit di kawasan Ciputat - Tangerang. Setiba di rumah sakit saya sudah di tunggu oleh Suaminya di Lobby, tanpa banyak bincang bincang saya langsung diantarkan ke ruang perawatan di lantai 2.
Tiba di ruang perawatan, saya menjumpai istrinya dengan keadaan Lemas, tidak ada "cahaya" keceriaan dari wajahnya. Setelah beberapa saat berbincang bincang, mulailah saya melakukan observasi tentang apa yang dialaminya sehingga ia sampai dirawat di rumah sakit.

Dengan perasaan yang berat, ia menceritakan bahwa salah satu anaknya sekarang ini juga sedang terbaring di sebuah rumah sakit di lain tempat, dengan kondisi terserang penyakit kronis (maaf, tidak saya sebutkan). Anaknya sudah beberapa bulan di rumah sakit itu, belum ada tanda tanda kesembuhan dan sementara biaya yang dikeluarkan juga sudah sangat besar.

Kondisi inilah yang membuat Ibu ini, banyak sekali mengalami gangguan emosi, mulai dari rasa takut, khawatir akan anaknya, pusing memikirkan biaya, lelah karena harus selalu bergantian menunggui sang anak di rumah sakit, mengurus kebutuhan anaknya yang lain.......keadaan emosi dan lelah fisik ini bercampur aduk, sehingga membuat kondisi kesehatan Ibu ini menurun. Ia mulai terserang Diare berkepanjangan (sudah 1 bulan), Nyeri Lambung, Kulit terasa gatal, Dada terasa sesak dan sulit bernafas.

Praktisi SEFT melakukan terapi sebagai berikut :

1. Memberi pengertian kepada Ibu, bahwa sumber dari penyakit yang diderita Ibu adalah karena Pikirannya terhadap kondisi dan keadaan anak dan keluarganya.
2. Ibu diminta berusaha menata pikirannya, mem-pasrah-kan dan meng-ikhlas-kan terhadap kesembuhan anaknya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, usaha Ibu sudah tepat dan maksimal dengan merawatkan anak nya kepada Ahlinya (Dokter di Rumah Sakit).
(sampai disini, si Ibu merasa heran dengan apa yang saya katakan)
3. Kemudian, saya menjelaskan bahwa saya diminta oleh suaminya untuk melakukan Terapi SEFT (saya menjelaskan tahapan-tahapannya sebelum terapi dimulai)
4. Saya memberikan pengertian lagi kepada Ibunya, bahwa Terapi ini hanya sebatas usaha saja, saya meminta Ibu memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar penyakit yang diderita ini lekas sembuh/hilang.
5. Mulailah saya melakukan Terapi SEFT. Di saat saat terapi, Ibu ini tergoncang emosinya ketika saya minta mengingat kondisi anaknya, tangis pun tak tertahankan lagi, tangisnya agak keras. Sesi pertama terapi selesai, kemudian saya tanyakan apakah sakit-sakit yang dialami sudah ada perubahan menjadi hilang/ringan?, Ibu itu menjawab : di Dada nya masih ada ganjalan sedikit.
6. Saya mengajak Ibu itu untuk melakukan Terapi SEFT sesi ke-2, dan hasilnya : Alhamdulillah, semua yang dirasakan sakit lenyap semua, mulai dari nyeri lambung, Gatal-gatal, Sesak didada, sampai sampai si Ibu ini mencari-cari sakitnya, seperti tidak percaya. Muka Ibu ini sekarang sudah "merah ber-cahaya".
7. Saya mengajak Ibu ini untuk mengucapkan Rasa Syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Tak lupa setelah selesai Terapi, saya minta Ibu untuk minum segelas air putih/mineral sebagai petutup sesi Terapi SEFT.

Tak terasa, jam sudah menunjukkan 21.00 WIB...maka sayapun memohon izin untuk pulang, karena kebetulan rumah sakit itu berada di jalur pulang kantor menuju rumah saya.

Demikian, sekilas perjalanan Praktisi SEFT. Semoga bermanfaat untuk sesama. Amin

4 komentar:

  1. Alhamdulillah......semua atas ijin Allah, termasuk yang menggerakan hati kita untuk mau berbagi ilmu....semoga tambah berkah dan bahagia selalu Pak Agus keluarga besar panjenengan...Aamiin..99x

    BalasHapus
  2. Terima Kasih Pak Fajar, Semoga Bapak dan Keluarga sehat dan sukses selalu. Amin

    BalasHapus
  3. Assalamu alaikum pak Agus!
    Pak Agus sekarang sudah pindah di tangerang ta? sudah gk lagi di sidoarjo ? salam sejahtera buat semua.

    terima kasih
    Karyono

    BalasHapus
  4. Waalaikum salam Wr,Wb.
    Betul Pak Karyono, Salam Juga buat keluarga Bpk. Sukses Selalu. Amin

    BalasHapus