TERAPI ini Mudah dan Efektif, Baru belajar SEMBILAN TITIK TAPPING saja, Anda sudah dapat mengatasi Hambatan Emosi dan Fisik

Sabtu, Agustus 15, 2009

Memahami dan Menerima

Asal muasal dari sebagian besar gangguan kesehatan adalah berpangkal pada seberapa bisa kita mengendalikan dan menjaga suasana emosi yang muncul akibat adanya peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

"Nggak Mau Tau", "Nggak mau Ngerti", "Nggak mau denger pendapat orang lain", "Pokoknya harus begini", "Pokoknya harus begitu", "Saya yang benar kamu pasti salah", "Aku nggak sudi minta maaf", "Nggak level sama kamu",…………….. adalah jenis sikap diri atau kekakuan-kekakuan yang jika dibiarkan berlanjut menjadi kebiasaan dan dalam jangka panjang akan menjadi karakter seseorang dalam menghadapi setiap persoalan hidupnya.

Akibat dari kekakuan sikap tersebut kemudian muncul emosi ; Marah, Kesel, Sakit Hati, Benci, dan lain sebagainya. Nah, jika sikap-sikap tadi sudah menjadi karakter maka emosinya pun akan sulit dikendalikan. Kita mungkin sering dengar kata-kata : "ihh…orang itu kalo marah-marah bisa lama lho", "Hati-hati lho, Dia kalo kesel dipendam", "Sampai mati aku nggak bakal maafin dia, Hatiku udah karatan!!!".

Emosi yang telah menjadi karakter tersebut bisa berpengaruh kepada kesehatan, misal ; Marah yang sering dan dipendam akan menjadikan potensi penyakit tekanan darah tinggi dan Stroke serta gangguan-gangguan kesehatan lainnya.

Lalu bagaimana supaya kita tidak mengalami hal tersebut, "Ya, tentunya jangan membiarkan diri kita dalam keadaan sikap-sikap seperti itu".

Caranya adalah Memahami dan Menerima.

Sejatinya semua hal-hal, peristiwa, persoalan yang kita hadapi di setiap kehidupan adalah bersifat NETRAL. Kitalah yang telah memberikan dan menempelkan "striker" EMOSI, sehingga mempengaruhi kondisi fisik/tubuh. Lihatlah orang yang setelah Marah-marah, biasanya terjadi Sakit Kepala, Jantung Berdebar-debar, dan kalau tidak kuat biasanya Pingsan/tidak sadarkan diri. Atau, seorang anak yang sering dimarahi, kemudian si-anak diam-diam memendam emosinya akibat dimarahi, biasanya prestasi atau kreativitasnya menurun/rendah.

MEMAHAMI yang dimaksud adalah menumbuhkan sikap sabar dalam menyikapi setiap permasalahan, dengan cara melihat dahulu sebelum bersikap, misal : teliti kenapa hal tersebut terjadi, apa yang menyebabkannya, bisa jadi kita yang telah melakukan kesalahan dalam prosesnya, mungkin orang yang telah melakukan kesalahan itu memang belum mengerti yang kita maksudkan, mungkin orang itu tidak sengaja melakukannya, Mungkin orang tersebut tidak bermaksud menyakiti hati kita dengan kata-katanya, kitanya saja yang terlalu sensitive. Dengan melihat dahulu sebelum bersikap, akan mencegah kita untuk mengumbar emosi dan akhirnya lambat-laun kita lebih bisa memahami yang semula "masalah" menjadi "bukan masalah".

Setelah kita mulai bisa melihat "masalah" adalah "bukan masalah" mulailah kita belajar untuk bisa MENERIMA dengan tulus dan ikhlas, bahwa kejadian itu sudah terjadi dan mungkin sudah sepatutnya terjadi karena Kehendak-Nya (sebagaimana maklum). Menjadikannya sebagai pelajaran dan pengalaman hidup kita sehingga akan membuat kehidupan kita selanjutnya menjadi lebih baik lagi.

Demikianlah Tips dari saya yang masih perlu banyak belajar.

Mungkin jika diantara Anda ada yang bertanya, "Masa ! Cuma begitu doang Pak, tips-nya". Jawab saya : "Ya…iya dong Cuma itu jawabannya, makanya Pahami dan Ngerti-in saya dong yang masih perlu banyak belajar". Apa Anda mau? (he..he..he..)

Sukses Untuk Semua. Salam SEFT.
Selengkapnya...

Selasa, Maret 03, 2009

Cegah Stress Yuk...

Tahun 2009...adalah tahun yang oleh pengamat ekonomi diprediksi akan mengalami dampak dari krisis global, yang awalnya dimulai dari krisis ekonomi di negara Amerika Serikat. Dampak itu sudah mulai terasa di negara kita, beberapa perusahaan lokal sudah ada yang memangkas jumlah karyawannya karena sudah tidak mampu lagi menanggung biaya operasional karena order dari luar negeri sudah berkurang, daya beli menurun dan lain sebagainya.
Tepat pada bulan April 2009 kita juga menghadapi PEMILU (Anggota Legislatif), jumlah partainya banyak, jumlah CALEG-nya juga buaanyaakk.., tapi jumlah kursi yang tersedia hanya sedikit saja.


Potensi penderita stress akan meningkat. Pengusaha stress, Karyawan kena PHK stress, Dagang sepi stress, gagal jadi Anggota Legislatif stress, anggota keluarga ikutan stress ?

Bagaimana Dong???

Sebenarnya segala peristiwa yang ada disekitar kita sejatinya adalah netral, namun kita saja yang memaknai peristiwa tersebut dengan makna positif atau negatif. Memaknai segala peristiwa secara positif dapat membuat kita lebih mudah menemukan hikmah di balik peristiwa itu dan menerimanya dengan penuh keikhlasan dan pada akhirnya adalah kebahagiaan. Jika kita memaknai sebuah peristiwa dengan pandangan negatif, kita akan terjebak untuk "menyalahkan" baik diri sendiri maupun pihak lain dan pada akhirnya adalah kesengsaraan.

Berdasarkan pengalaman saya (yang masih jauuuhhh dari cukup), saya berpendapat bahwa stress adalah suatu gangguan yang dialami seseorang akibat dari ketidakmampuannya dalam bersikap positif terhadap suatu peristiwa yang terjadi baik dari dalam dirinya maupun peristiwa yang datang dari luar diri.

Sumber stress yang datang dari dalam diri bisa berupa misalnya ; sakit yang tak kunjung sembuh, sedangkan dari luar dirinya(keluarga dan lingkungan). Dari keluarga, misalnya; percekcokan antara suami dan istri, pergaulan anak-anak, kematian salah satu anggota keluarga, dan lain sebagainya. Faktor lingkungan, antara lain; Masalah pekerjaan, Perubahan sosial, budaya, politik, dan lain-lain.

Stress terjadi tidak hanya pada orang dewasa saja, anak-anak juga dapat mengalaminya. Anak-anak bisa stress karena tinggal didalam keluarga yang tidak harmonis, suasana belajar yang ketat di sekolah, saat-saat menempuh ujian, pergaulan dengan teman, dan lain-lain.

Umumnya orang yang sedang stress akan mengalami :
1. Sulit Konsentrasi, sehingga sulit mengambil keputusan (bingung)
2. Gelisah, tidak tahu harus berbuat apa
3. Lesu (tak bergairah)
4. Nafsu makan hilang
5. Diare, dll

Pada umumnya juga bagi beberapa orang keadaan stress akan hilang bersamaan dengan selesainya sebuah peristiwa, misalnya : anak yang akan menghadapi ujian nasional, mereka begitu sibuk melakukan persiapan baik di rumah maupun mengikuti les-les tambahan, mereka serius sekali menghadapinya bahkan waktu bermainnya terkadang dibatasi. Guru dan Orang tua juga ikut-ikutan tegang!, ketegangan terus hinggap sampai keluarnya pengumuman hasil tes para siswa. Sekarang sudah ada beberapa sekolah tidak lagi mengumumkan di mading sekolah, ada yang menggunakan SMS, bahkan bisa dilihat melalui internet...bagaimana? banyak yang stress kan?

Jika stress itu berlanjut terus, maka perlu segera ditangani sebab jika tidak potensi menjadi depresi akan semakin besar. Gejala depresi dapat diketahui melalui sikap dan perilaku si penderitanya, antara lain :
1. Pandangan kosong, gelisah dan sedih berkepanjangan
2. Pesimis dan merasa tak memiliki harapan
3. Insomnia (sulit tidur)
4. Mudah tersinggung
5. Gairah seks menurun (Orang dewasa), dll

Akibat lanjutannya adalah kondisi kesehatan menurun dan hal ini akan mengundang timbulnya banyak penyakit.

TIPS MENAGGULANGI STRESS (Versi "saya")

1. Memahami Diri Saya.

Saya adalah mahluk yang sempurna yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya telah diberi potensi kekuatan dan memiliki kelemahan yang sama seperti yang diberikan kepada orang lain. Saya selalu mendapatkan Berkah dan Ujian yang silih berganti selama menjalani kehidupan di dunia hingga akhir ajal menjemput. Saya memahami bahwa ini semua adalah rencana Tuhan, dan saya menyandarkan sepenuhnya keadaan hidup saya ini hanya kepada-Nya. Saya bersyukur kepada Tuhan atas karunia kehidupan ini dan apa yang sekarang sedang saya alami adalah hal yang orang lain juga mengalaminya. Dan banyak dari mereka yang bisa menghadapi Ujian dengan hati yang ikhlas.

2. Kembali kepada Tujuan Hidup Saya.

Setiap manusia memiliki keinginan-keinginan, maka sayapun demikian. Saya mulai menginventarisir keinginan apa yang akan saya raih dalam hidup ini. Kemudian saya juga menentukan langkah-langkah untuk mewujudkannya, dengan cara terbaik yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku (supaya saya tidak menghalalkan segala cara). Saya melakukannya sekarang juga.

3. Pikiran Saya menjadi Landasan Saya.

Yang pasti saya melangkah karena hal itu telah saya pikirkan sebelumnya, dan saya bukan "merasakan pikiran" atau "pikiran hanya dirasa-rasakan". Kata orang Betawi ; "Dipikirin doang, tapi nggak dijalanin." Yang saya lakukan adalah tindakan nyata!

4. Jalan Keluar selalu ada.

Saya yakin dengan ungkapan : "Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya" kalaupun ada itu-pun bukan karena tidak ada obatnya akan tetapi memang belum ada yang menemukannya. Demikian juga dengan masalah saya yang sedang dihadapi ini, pasti ada obat/jalan keluarnya.

5. Saya siap menerima Masukan dan Kritikan.

Saya harus berjuang untuk bisa menerima masukan dan kritikan dari orang-orang disekitar saya, termasuk dari orang yang "bisa'nya cuma nasehatin, nggak kasih solusi, pakai nambahin ngomel-ngomel lagi!" ups....saya ambil positif-nya saja (ingat : segala peristiwa pada dasarnya netral). Kritikan pedas akan saya jadikan cambuk yang berguna untuk membangkitkan semangat juang menuju kesembuhan. Tanpa disadari, terkadang sindiran/kritikan yang keras malah memacu diri untuk segera bangkit.

6. Minta dukungan DOA dari Orang Tua.

Saya memohon kepada kedua orang tua untuk mendoakan semoga saya bisa menghadapi dan menyelesaikan semua masalah ini dengan baik.
Ada yang tanya sama saya : "Pak. Orang tua saya sudah meninggal, bagaimana?"
Saya jawab : "Doakan orang tua anda". (dia bingung deh) "Ketahuilah bahwa perbuatan baik anda akan kembali menjadi kebaikan yang akan anda terima."
Ada yang lebih sulit lagi, bertanya : "Pak. saya stress ini justru karena saya sedang konflik dengan kedua orang tua saya!"...wah ada juga yang seperti ini.. kemudian saya juga menjawab : "Doakan kedua orang tua anda, kita terlahir kedunia ini lantaran kedua orang tua kita, bagaimanapun keadaan beliau, beliau adalah orang tua kita yang patut kita hormati, terlepas ada kekhilafan yang dilakukannya. Kita tidak bisa merubah takdir itu!, mungkin dengan mendoakannya Tuhan akan memberikan jalan keluar yang tidak kita sangka-sangka.

7. Lakukan proses terapi SEFT, "Sembilan Titik Tapping"

Terlebih dahulu saya mengenali emosi-emosi apa saja yang muncul ketika saya mengingat atau membayangkan peristiwa yang membuat saya stress itu. Setelah ketemu, barulah saya menyusun kalimat set-up nya dan kemudian melakukan proses tapping. Sebagai gambaran, macam-macam emosi antara lain : Takut, Marah, Khawatir, Kesal, Frustasi, Cemburu, Iri Hati, Sakit Hati, dll.

Demikianlah, semoga tips ini bermanfaat. Jika rekan-rekan memiliki tips-tips lain, silahkan memberikannya pada kolom komentar, sehingga menjadi lengkap dan lebih bermanfaat. Terima kasih. Lihat materi "Sembilan Titik Tapping"





Selengkapnya...

Senin, Februari 16, 2009

Berhenti Merokok

Masalah merokok ini sekarang mulai lagi ramai dibicarakan, dari banyaknya tips-tips berhenti merokok sampai keluarnya Fatwa Haram dari MUI (walaupun dalam batasan tertentu). Sebenarnya tehnik terapi SEFT juga sudah banyak memberikan manfaat bagi para perokok yang ingin berhenti dari kebiasaannya itu, namun semua itu tergantung dari niat orangnya apakah ingin berhenti atau menikmati asap rokok itu.

Sebagai mantan perokok, saya ingin membagi tips berhenti merokok yang pernah saya terapkan dan berhasil, pada waktu itu saya belum mengenal tehnik SEFT.

Saya mulai mengenal yang namanya rokok ketika duduk dibangku SLTP dan berhenti total saat sudah bekerja (lebih kurang tahun 2000), saat itu saya belum menikah (maklum, karena ada yang berhenti merokok karena sudah menikah lho..)

Memang tidak mudah bagi saya untuk berhenti merokok, usaha berhenti itu memakan waktu yang lama antara berhasil dan gagal silih berganti dari bulan kebulan hingga tahun. Apa yang pernah saya lakukan untuk berhenti merokok? (ini adalah ujicoba-ujicoba yang saya lakukan) :

1. Mengurangi Jumlah rokok yang di hisap dalam per-hari-nya. Dari awalnya 2 bungkus rokok menjadi 1 bungkus, trus di kurangi hingga berhenti. (hal ini hanya bertahan beberapa bulan, kemudian tidak kuat alias tergoda dengan teman dan akhirnya merokok lagi!)
2. Membeli Rokok secara "ketengan" atau satu batang saja, kalo "kepepet" tapi ini juga belum berhasil.
3. Membeli Rokok 1 bungkus, tapi tidak membeli korek api. Ini cara saya yang paling lucu, karena kalau pas ingin merokok saya cari-cari korek kesana-kemari. Ini juga belum berhasil.
4. Mengganti Rokok dengan Permen. Rata-rata perokok itu kalau tidak merokok beberapa saat saja mulutnya terasa "asam", makanya saya ganti dengan makan permen. Cara ini lumayan berhasil tapi berat badan saya melonjak drastis dari 60 Kg menjadi 70 Kg.

Setelah saya amati kenapa saya bisa terbebas dari kebiasaan merokok adalah bukan karena salah satu cara diatas, tetapi karena niat saya ingin berhenti dan melakukan berbagai cara (berhenti, merokok lagi, kemudian berhenti, merokok lagi, ini kejadian berulang selama beberapa tahun) sehingga lambat laun mulai ada rasa jenuh terhadap rokok, mulai dari rasanya yang hambar, hingga tidak enak.
Bahkan sampai suatu saat ketika saya merokok, kemudian sakit "masuk angin" 3 hari tidak kerja. Pada waktu itu saya menduga kondisi badan saya tidak "fit", namun beberapa minggu kemudian saya coba merokok lagi..dan hasilnya sakit lagi 3 hari. Dari kejadian inilah, saya menganggap sinyal berhenti merokok sudah datang dari tubuh ini dan saya menjadi yakin bahwa saya telah terbebas dari kebiasaan merokok.

Sekarang sebagai Praktisi SEFT, saya berpendapat cara tersebut terlalu lama untuk bisa berhenti merokok dan ternyata dengan tehnik terapi SEFT bisa berhenti dalam waktu singkat, bahkan ada yang berhasil dalam satu kali putaran terapi.

Lalu bagaimana ?, Semua cara bisa saja diterapkan, tapi yang paling utama adalah "NIAT KUAT UNTUK BERHENTI MEROKOK", karena banyak saya jumpai klien yang niatnya setengah-setengah, "Saya ingin berhenti sih pak, tapi....", "Saya tahu pak merokok bisa mengganggu kesehatan, tapi...". Nah kalau sudah punya "NIAT YANG KUAT" lakukanlah Terapi SEFT, buatlah kalimat set-up dari landasan emosinya (saat dan alasan apa yang membuat anda ingin menghisap rokok) , mudah-mudahan segera terbebas dari kebiasaan merokok.

Demikianlah, Semoga berhasil.


Selengkapnya...

Kamis, Februari 12, 2009

Penyakit Datang Dari Pikiran

Seorang peneliti dari Jepang yang bernama Kazuo Murakami, Ph.D, yang sudah lebih dari 40 tahun melakukan penelitian tentang genetika (gen), Ia juga merupakan pendiri Institute for the study of The Mind-Gene Relationship melakukan penelitian untuk membuktikan hipotesis bahwa kebahagiaan, keceriaan, inspirasi, rasa syukur, dan DOA dapat mengaktifkan gen-gen yang bermanfaat. Beliau mengatakan ; " Jika dua puluh tahun yang lalu saya berani mengatakan bahwa perasaan positif dapat mengaktifkan gen, pastilah saya akan dikritik habis-habisan karena bersikap tidak ilmiah. Tetapi, jumlah ilmuan yang memiliki prespektif yang sama dengan saya mengenai kekuatan pikiran semakin meningkat. Sesungguhnya banyak ilmuwan di seluruh dunia yang mengadakan eksperimen untuk memahami bagaimana faktor-faktor psikologis dapat mempengaruhi fisik. Kita harus menghentikan kesalahpahaman bahwa pikiran tidak ada hubungannya dengan kesehatan fisik." (1997)

Di Jepang ada sebuah peribahasa yang berbunyi "Penyakit datang dari pikiran", dengan kata lain cara berpikir kita dapat menyebabkan kita sakit atau sebaliknya membantu kita memulihkan diri.
Apa yang kita pikirkan mempengaruhi cara kerja gen kita, dan hal ini dapat membawa penyakit maupun kesehatan. Beberapa ilmuwan bahkan percaya bahwa gen kita dan cara mereka berfungsi menentukan apakah kita menjalani kehidupan yang bahagia. Hal ini tidak berarti bahwa kebahagiaan manusia ditentukan secara genetik saat lahir. Gen yang mengatur kebahagiaan pastilah tersimpan di dalam setiap orang. Namun apakah Gen tersebut aktif atau tidak tergantung kita yang mengaktifkan mereka.
Lalu bagaimana caranya mengaktifkan Gen yang menyebabkan kita bahagia? Jawabnya adalah dengan menjalani setiap hari semaksimal mungkin dengan sikap yang positif.

Eksperimen yang dilakukan Murakami pada tahun 2003 menghasilkan sebuah bukti ilmiah yang mendukung efek menguntungkan dari pemikiran positif pada gen dan hasil penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care pada Mei 2003 dan jurnal psycotherapy and psychomatics pada tahun 2006 dan dilaporkan oleh Reuters ke seluruh dunia.

Berdasarkan temuannya, adalah fakta bahwa kode genetik terlalu kompleks untuk terbentuk secara kebetulan, dan beliau berkesimpulan bahwa ada kekuatan yang lebih besar di dalam alam semesta yang ia sebut "Sang Agung" atau yang kita sebut sebagai Tuhan.

Murakami, memberikan saran kepada kita semua yang sangat berguna di dalam kehidupan yaitu :
1. Miliki Niat yang mulia
2. Hidup dengan penuh Rasa Terima kasih
3. Berpikir Positif


Murakami, The Divine Message of The DNA (1997)


Selengkapnya...

Senin, Februari 09, 2009

BAKSOS di Medokan Sawah, Rungkut, SBY

Bakti sosial Penyembuhan gratis kali ini dilaksanakan di RW-01 Medokan Sawah, Rungkut, Surabaya. Walaupun dalam kondisi hujan deras, hal ini tidak mengurangi antusias warga sekitar untuk datang ke lokasi. Kurang lebih sekitar 50 orang mengikuti acara ini, rata-rata keluhannya adalah nyeri/kaku pada persendian, dengan latarbelakang hambatan emosi yang bervariasi.


Dimulai dari jam 9.00 hingga 12.30, Saya dan teman-teman SEFT CENTER mulai beraksi. Pertama acara di buka dengan memberikan penjelasan apa itu Terapi SEFT, kemudian pengantar spiritual yang menyangkut tentang bagaimana kita memandang karunia kesembuhan, terakhir kami memberikan pelatihan singkat Terapi SEFT (sebagai wujud memberdayakan masyarakat).

Pada saat pelatihan singkat tersebut, sudah ada beberapa warga yang merasakan sakitnya telah berkurang, memang belum sembuh betul karena maklumlah baru 15 menit di ajarkan. Namun hal itu memang kami anjurkan untuk bisa dipraktekkan dirumah setelah kami melakukan Terapi.

Setelah selesai melakukan pelatihan singkat, baru-lah kami melakukan terapi secara satu persatu terhadap warga yang hadir. Praktisi SEFT yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut sekitar 10 orang.

Semoga acara ini bermanfaat. Amin.

Ini lho fotonya :















Selengkapnya...